Assalamualaikum
guys,
Aku kembali
lagi dengan puisi “Saat Terakhir”. Puisi
ini sangat mempunyai arti yang mendalam.
Selamat
membaca ya!!!!
Saat
Terakhir
(Titin
Herawati)
Suara tangis terdengar lebih keras
Suara
tawa ditutupi rasa sedih
Air mata membendung rasa pilu
Alunan musik menyentuh kalbu
Saat
sang surya redup
Awan
menjadi gelap kelabu
Jari-jemari
terasa dingin
Detak
jantung tak berdegub
Sepotong kain menutupi tubuh
Menutupi senyum yang riang
Terdengar kata-kata pujian
Yang
tak tahu untuk siapa
Yang
ada tinggal foto kenangan
Yang
tersenyum manja melihat sekitar
(13 Februari
2012)
Puisi “Saat
Terakhir” menceritakan tentang kehilangan seseorang. Puisi ini penulis
ciptakan terinspirasi dari seorang teman yang pernah bersama, kemudian
meninggal. Puisi ini dapat dijadikan renungan terhadap seseorang yang telah
tiada.
Jadi tambah melow baca puisi ini :')
BalasHapusmbak titin, jangan posting puisi terus dong. sekali sekali ganti dong :) tapi puisinya bagus kok
BalasHapusSaat terakhir ini tentang kematian mbk ??
BalasHapuspas banget dengan hatiku sekarang mbak :)
BalasHapuswah mbk titin ini emang jago bkin puisi, postingannya puisi terus :D
BalasHapuswah puisi yang bagus mbak, ayo mbak tambahkan lagi puisi yang lain :D
BalasHapusSang puitis,,
BalasHapusmellow banget
BalasHapuspiusunya titin jd terharu di kembangn jadi novel aja
BalasHapusMenyentuh sekali. 😢
BalasHapus