welcome to hera's blog

welcome to hera's blog

Senin, 29 Desember 2014

Puisi Saat Terakhir



Assalamualaikum guys,
Aku kembali lagi dengan puisi “Saat Terakhir”. Puisi ini sangat mempunyai arti yang mendalam.
Selamat membaca ya!!!!
Saat Terakhir
(Titin Herawati)
Suara tangis terdengar lebih keras
 Suara tawa ditutupi rasa sedih
Air mata membendung rasa pilu
Alunan musik menyentuh kalbu

 Saat sang surya redup
 Awan menjadi gelap kelabu
 Jari-jemari terasa dingin
 Detak jantung tak berdegub

 Sepotong kain menutupi tubuh
 Menutupi senyum yang riang
 Terdengar kata-kata pujian
 Yang tak tahu untuk siapa

 Yang ada tinggal foto kenangan
 Yang tersenyum manja melihat sekitar
(13 Februari 2012)
Puisi “Saat Terakhir” menceritakan tentang kehilangan seseorang. Puisi ini penulis ciptakan terinspirasi dari seorang teman yang pernah bersama, kemudian meninggal. Puisi ini dapat dijadikan renungan terhadap seseorang yang telah tiada.

10 komentar:

  1. Jadi tambah melow baca puisi ini :')

    BalasHapus
  2. mbak titin, jangan posting puisi terus dong. sekali sekali ganti dong :) tapi puisinya bagus kok

    BalasHapus
  3. Saat terakhir ini tentang kematian mbk ??

    BalasHapus
  4. pas banget dengan hatiku sekarang mbak :)

    BalasHapus
  5. wah mbk titin ini emang jago bkin puisi, postingannya puisi terus :D

    BalasHapus
  6. wah puisi yang bagus mbak, ayo mbak tambahkan lagi puisi yang lain :D

    BalasHapus
  7. piusunya titin jd terharu di kembangn jadi novel aja

    BalasHapus