Assalamua’likum
guys……
Aku kembali
dengan membawa puisi terbaru “Pengikat
rindu”. Puisi yang menguras emosi
Selamat membaca…..
Pengikat
rindu
(Titin Herawati)
Apakah ini akan menjadi akhir yang bahagia?
Ku bernyanyi bersama dia dari kajauhan
Menatap matanya dari kejauhan
Serta tersenyum kepadanya dari sudut
pandangku
Dia berbalik dan tersenyum
Dengan pesona sang langit yang terselubung
Menjadi sebuah harapan baru yang dirasakan
kalbu
Kesaktiannya memikat kedua mata tanpa
berkedip
Menyapu semua kerinduan yang tersisa
Dan membangun tabir cinta dengan harapan
Takdir akan selalu bersama bagai awan yang
berjodoh dengan langit
Jarum berjodoh dengan benang, serta jiwa yang
berjodoh dengan raga
Dan sepasang anak manusia yang hadir dimuka
bumi
Sang Adam yang berjodoh dengan Sang Hawa.
Gejolak cinta akan kemurnian hati
semakin berkecamuk
Ditemani siang yang berganti malam
Dia datang dengan membawa pelitanya
Aku bersiap diri ditemani nyanyian rindu
Dengan asmara dua hati, akan bersatu
Sebagai tanda pengikat sepi
(22 Januari
2014)
Puisi “Pengikat
rindu” menjelaskan tentang kekaguman terhadap seseorang. Mencintai
seseorang tanpa ada yang mengetahui selain dirinya sendiri. Puisi ini juga
menceritakan rasa rindu yang ada tetapi tidak dapat diungkapkan, meskipun tidak
dapat terungkap bagi orang yang merasakan ini tetap senang dan gembira saat
tahu orang yang dirindukan tertawa dan senang….
puisi yang indah :)
BalasHapusomg puisinya :)
BalasHapusBravooo, so sweet :)
BalasHapusPuisinya kerenn :)
BalasHapuspuisinya mengingatkanku paa seseorang heheh gagal move on kan jadinya :D
BalasHapuspuisinya bagus :)
BalasHapusJadi Rindu sama BENGKULU tin :'(
BalasHapusso sweet :)
BalasHapusaku juga rinduuuuuuuu
BalasHapus