Assalamua’likum
guys……
Aku kembali dengan membawa puisi terbaru “Haruskah?”. Puisi yang dapat dijadikan
renungan.
Selamat membaca
Haruskah?
(Titin
Herawati)
Haruskah berjalan padamu?
Tanpa nurani seorang manusia
Titik terkecil yang hilang dariku
Bagai daun yang terombang ambing dipukul sang
raja
Suka cita hilang dariku, tanpa bekas
Langit menjadi marah, tapi bisu
Melihat tanah diperkosa
Gerak-gerik muncul dalam bayangan sendu
Mencari sebuah asa
Yang terperangkap dalam jeruji mimpi
Jari-jemari kaku tanpa gerakan
Mata hati menagis dalam kesendirian
Tetapi, wajah tersenyum dalam kebanggaan
Sang surya ditinggal pergi
Sang rembulan dibiarkan berlari
Haruskah?
Mencari
Haruskah?
Menggapai
Tanpa tahu sisi arti yang fana
Saat ini mungkin, haruskah bergerak?
Ataukah maju tanpa melihat kenyataan
Bagai kertas putih dinodai tinta
Lalu merasakan getaran jiwa bergerak keluar
tanpa beban
(19 desember
2013)
Puisi “Haruskah?” menceritakan tentang
keraguan hati saat dihadapkan pada kenyataan yang ada. Karena entah dengan segala aktivitas atau
kehidupan. Penulis mencoba mendeskripsikan tentang seseorang bila berada pada
titik kejenuhan yang terdalam
puisinya sangat menyentuh :))
BalasHapuspuisinya bagus ...
BalasHapuslain waktu buatkan puisi tentang ibu dooong
super sekali puisinya mbak. benar2 menyentuh hati yang membacanya.
BalasHapusSepertinya mbk titin lgi ragu akn sesuatu.. apakh itu ?
BalasHapusAnak muda banget :)
BalasHapusSaya bisa merasakannya :')
BalasHapusHuaa curhaaaaaaaaaaat :D
BalasHapuspuisi yang indah ,,
BalasHapus