welcome to hera's blog

welcome to hera's blog

Sabtu, 27 Desember 2014

Puisi "Haruskah?"



Assalamua’likum guys……
Aku kembali dengan membawa puisi terbaru “Haruskah?”. Puisi yang dapat dijadikan renungan.
Selamat membaca

Haruskah?
(Titin Herawati)
Haruskah berjalan padamu?
Tanpa nurani seorang manusia
Titik terkecil yang hilang  dariku
Bagai daun yang terombang ambing dipukul sang raja
Suka cita hilang dariku, tanpa bekas
Langit menjadi marah, tapi bisu
Melihat tanah diperkosa

Gerak-gerik muncul dalam bayangan sendu
Mencari sebuah asa
Yang terperangkap dalam jeruji mimpi
Jari-jemari kaku tanpa gerakan
Mata hati menagis dalam kesendirian
Tetapi, wajah tersenyum dalam kebanggaan

Sang surya ditinggal pergi
Sang rembulan dibiarkan berlari
Haruskah?
Mencari
Haruskah?
Menggapai
Tanpa tahu sisi arti yang fana

Saat ini mungkin, haruskah bergerak?
Ataukah maju tanpa melihat kenyataan

Mengambil jiwa yang buram
Bagai kertas putih dinodai tinta
Lalu merasakan getaran jiwa bergerak keluar tanpa beban
(19 desember 2013)

Puisi “Haruskah?” menceritakan tentang keraguan hati saat dihadapkan pada kenyataan yang ada.  Karena entah dengan segala aktivitas atau kehidupan. Penulis mencoba mendeskripsikan tentang seseorang bila berada pada titik kejenuhan yang terdalam


8 komentar: